<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cahaya ilmu</title>
	<atom:link href="http://irfanzainuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com</link>
	<description>dengan ilmu hidup jadi tenang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Jan 2010 03:40:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irfanzainuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cahaya ilmu</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irfanzainuddin.wordpress.com/osd.xml" title="cahaya ilmu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irfanzainuddin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tunjukkan Padaku Jika Kau S&#8217;lalu Mencintaiku</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/tunjukkan-padaku-jika-kau-slalu-mencintaiku/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/tunjukkan-padaku-jika-kau-slalu-mencintaiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahklak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Author: Abu Aufa Mengungkapkan cinta? Wuih&#8230; buat sebagian orang, mungkin itu hal yang biasa, bahkan teramat biasa. Sana-sini tebar pesona, bagai Ramli si Raja Chatting atau Arjuna si Pencari Cinta. Emang, dahsyatnya ungkapan cinta kepada seseorang, jangankan ke gurun atau ke kutub, luasnya laut siapa takut. Setia menemani sang kekasih dalam samudra cinta, walaupun rakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=115&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Author: Abu Aufa</em></p>
<p>Mengungkapkan cinta? Wuih&#8230; buat sebagian orang, mungkin itu hal yang biasa, bahkan teramat biasa. Sana-sini tebar pesona, bagai Ramli si Raja Chatting atau Arjuna si Pencari Cinta. Emang, dahsyatnya ungkapan cinta kepada seseorang, jangankan ke gurun atau ke kutub, luasnya laut siapa takut. Setia menemani sang kekasih dalam samudra cinta, walaupun rakit hanya terbuat dari gedebong pisang yang diikat daun ilalang. Kayuhan tangan pecinta berlayarkan secarik hati yang telah menyatu, yakin menggapai cinta-Nya hingga ujung waktu.<span id="more-115"></span></p>
<p>Cinta&#8230; selalu mengharu-biru perasaan manusia. Cinta kadang tersaji dalam hidangan alunan nada menye-menye melankolik, namun cinta juga bagaikan mutiara yang dapat menjanjikan keamanan, ketentraman dan kedamaian. Duahsyaat nian!!! Karena itu, Syaikh Yusuf Al-Qardhawiy pun pernah menganalogikan cinta ibarat quwwah maghnathisiyyah (kekuatan gaya grafitasi), apabila kekuatan gaya grafitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang dari saling bertumbukan, maka cintalah yang menjadi kekuatan penahan dari terjadinya benturan antar manusia yang menyebabkan terjadinya kehancuran.</p>
<p>Menunjukkan cinta kita kepada yang dicintai, sangatlah dianjurkan dalam Islam. Dalam suatu riwayat, Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan cinta secara zahir. Suatu ketika Abdullah bin Sarjas radhiyallahu&#8217;anhu berkata kepada beliau, &#8220;Aku mencintai Abu Dzar.&#8221; Tanya Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam, &#8220;Apa sudah kau kabarkan kepadanya?&#8221; &#8220;Belum,&#8221; lalu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam memerintahkan agar ia memberitahukan kecintaannya itu kepada Abu Dzar. &#8220;Wahai Abu Dzar, aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala,&#8221; ucap Abdullah. &#8220;Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala mencintaimu, yang engkau cintai aku karena-Nya,&#8221; balas Abu Dzar.</p>
<p>Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam lalu bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memberi pahala bagi siapa yang mengatakan perkataan itu.&#8221;</p>
<p>Subhanallah&#8230; begitu besar imbalan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala kepada seseorang yang selalu menunjukkan cinta kepada saudaranya. Apalagi dengan membiasakan mendoakan saudaranya dari jauh, mengucapkan salam, berjabat tangan bila berjumpa, saling memberi hadiah, menziarahi bahkan dengan hanya seulas senyum termanis yang dimilikinya.</p>
<p>Kalo gitu sah-sah aja dong, mengatakan &#8220;Aku cinta padamu duhai ukhti,&#8221; kepada akhwat atau sebaliknya, &#8216;Akhi, aku mencintaimu,&#8221; idih&#8230; ini sih emang maunya! Gedubrak!!! Sah-sah aja sih, namun menurut Ustadz Bukhori Yusuf Lc, MA bisakah hati ini tulus menyatakan cinta itu hanya semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala? Menurut beliau lagi, seluruh sisi wanita adalah daya tarik bagi laki-laki, wuih&#8230;., karena itu dalam pandangan syar&#8217;i hal ini dapat menjadi suatu problema, dan belum pernah ditemukan dalam khazanah <em>Salafus Shalih radhiallahuanhum</em>. Wilayah sensitif banget nih, amannya sih emang gak perlu dinyatakan kecuali kalo udah suami istri, ehm&#8230;</p>
<p>Cinta sejati emang hanyalah pantas ditunjukkan pada Sang Pemilik Cinta, hinggalah jiwa-jiwa ini bersinar dengan cahaya iman yang mengaliri denyut nadi dan butiran darah untuk mematuhi gerak titah-Nya. Merekalah yang dengan cinta-Nya akan memancarkan <em>nuruhum yas&#8217;a baina aidihim wa bi aimanihim</em> (cahaya yang memancar di depan dan kanan mereka) hingga tercipta keindahan akhlak<em> adzilatin &#8216;alal mukminina a&#8217;izatin &#8216;alal kafirin</em> (lemah lembut kepada orang mu&#8217;min dan bersikap keras terhadap orang kafir).</p>
<p>Ya akhi wa ukhti fillah,</p>
<p>Tunjukkan selalu cintamu pada saudaramu, berikan senyum terindah, jabat erat tangannya, peluk dengan penuh cinta bagaikan cintanya seorang ibunda kepada ananda serta katakan, <em>&#8220;Inniy uhibbuka fillahi ta&#8217;ala,</em> aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala,&#8221; dan balas cinta saudaramu dengan senyum bahagia, jabatan tangan yang tak kalah erat, raih pelukannya seraya mengatakan, &#8220;<em>Uhibbukal ladzi ahbabtani lahuu, </em>aku mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku karena-Nya.&#8221;</p>
<p><em>*Segarnya tetesan embun pagi / Biaskan indahnya sinar mentari </em><em></em></p>
<p><em>Angin yang semilir sejukkan hari / Gambarkan kuasa Illahi </em><em></em></p>
<p><em>Kuikuti jalannya hari / Kini kucoba tuk fahami dunia </em><em></em></p>
<p><em>Betapa mempesonanya alam / Terkuak misteri kehidupan </em><em></em></p>
<p><em>Andai semua seindah bintang / Menepis kegelapan </em><em></em></p>
<p><em>Menabur kasih antara kita / Terbingkai keihklasan </em><em></em></p>
<p><em>Warnai persaudaraan Islam </em><em></em></p>
<p><em>Bila malam telah menjelang / Kupandangi bintang kian benderang </em><em></em></p>
<p><em>Kurangkai sebait doa pada-Mu </em><em></em></p>
<p><em>Tunjukilah kami, luruskanlah kami dalam mengarungi kehidupan </em><em></em></p>
<p><em>(Notes: Dikutip dari lirik nasyid Nuansa Kehidupan-Nuansa) </em></p>
<p>Wallahua&#8217;lam bi showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=115&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/tunjukkan-padaku-jika-kau-slalu-mencintaiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahklak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Author: Abu Aufa Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=113&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Author: Abu Aufa</em></p>
<p>Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah&#8230;surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?<span id="more-113"></span></p>
<p>Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi, wuah&#8230;uendah nian.</p>
<p>Namun, menurut Hasan Al Banna, waktu itu adalah kehidupan, ia tak pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, &#8220;Istriku masih yang tercantik,&#8221; sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang istri, &#8220;Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku.&#8221;</p>
<p>Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al Qur&#8217;an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati, dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga yang kekal abadi.</p>
<p>Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak, atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri, dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan, makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga, yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.</p>
<p>Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.</p>
<p>Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun Al Qur&#8217;an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, <em>&#8220;&#8230;. dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik&#8230;.</em><strong> [QS Ath Thalaaq: 6] </strong>&#8220;&#8230;.. <em>dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.&#8221; </em><strong>[QS An Nisaa': 19] </strong></p>
<p>Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan pertimbangan yang adil?</p>
<p>Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka, dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, <em>&#8220;Hai orang-orang mu&#8217;min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; </em><strong>[QS At Taghaabun: 14]</strong></p>
<p>Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling membutuhkan, karena itu &#8216;sayangilah aku (pasangan hidupmu) hingga ujung waktu.&#8217;</p>
<p>Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya,</p>
<p>Semoga dengan kita mengambil panduan Al Qur&#8217;an dan sunnah Rasul-Nya serta contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah, rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do&#8217;anya berupa pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, <em>aamiin allahumma aamiin.</em></p>
<p>Wallahu alam bi showab,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=113&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Bingung Memilih Pasangan</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/saat-bingung-memilih-pasangan/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/saat-bingung-memilih-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya &#8216;kufu&#8217; ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=111&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya &#8216;kufu&#8217; ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama.<span id="more-111"></span></p>
<p>Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri. Aisyah Ra berkata, &#8220;Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan&#8221;</p>
<p>Rasulullah pun bersabda, &#8220;Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya&#8221; (HR Ibnu Hibban). Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, &#8220;Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak.&#8221; Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.</p>
<p>Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.</p>
<p>Juga apabila persoalan apakah diri kita jual mahal atau tidak tergantung pada niat dan representasinya, karena itu Rasulullah menegaskan, &#8220;Sesungguhnya segala pekerjaan membutuhkan niat dan pekerjaan seseorang sangat dipengaruhi oleh niat. Barang siapa yang niatnya kepada Allah maka dia (dalam representasinya) akan sesuai dengan Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang niatnya kepada dunia atau wanita maka (representasinya) akan sesuai apa yang diniatkan&#8221; (Muttafaq alaih).</p>
<p>Untuk menghindarkan tuduhan itu maka buktikan dalam representasi kita sehari-hari, sebagai contoh bahwa tuduhan itu akan benar jika memang salah satu kebiasaan kita adalah chatting dengan teman-teman baru yang notabenenya lebih banyak para laki-laki untuk seorang perempuan, dan sebaliknya, berbeda misalnya kalau teman yang kita ajak chatting adalah para wanita atau dalam bahasa yang digunakan bersifat umum, tidak ada yang rahasia sehingga tidak khawatir kalau harus dibaca orang. Ini hanya sekelumit contoh yang barangkali kurang tepat untuk yang bingung memilih pasangannya. Tapi ada hal yang cukup penting untuk diketahui bahwa UNTUK MENGENAL SESEORANG TENTU TIDAK CUKUP DENGAN BERKOMUNIKASI SESAAT.</p>
<p>Pernah suatu hari Sahabat Umar bin al-Khattab mendengar seseorang memuji orang lain hingga Umar agak merasa keheranan lalu Umar bertanya, &#8220;Apakah kamu pernah bepergian dengannya?&#8221; Jawab orang tadi, &#8220;Belum.&#8221; &#8220;Apakah kamu pernah bertransaksi dengannya?&#8221; Jawab orang tadi, &#8220;Belum.&#8221; &#8220;Apakah kamu pernah bertetangga dengannya?&#8221; Jawab orang tadi, &#8220;Belum.&#8221; &#8220;Apakah kamu pernah melihatnya dia melakukan shalat?&#8221; Jawab orang tersebut, &#8220;Ya, aku melihat dia rajin shalat, menunaikannya sesuai dengan waktunya.&#8221; Lalu kata Umar, &#8220;Kalau begitu anda belum kenal dengan baik orang tersebut.&#8221; Tetapi untuk mengenali tiga poin pertama dari empat poin tersebut bisa dilakukan dengan cara MENANYAKAN ORANG YANG PALING DEKAT DENGANNYA, DAN YANG DAPAT DIPERCAYA.</p>
<p>Adapun bila kita dihadapkan suatu pilihan lebih dari satu, tentu sewajarnya seorang akan memilih yang terbaik baginya, meskipun PILIHAN TERBAIK BAGINYA TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN PILIHAN YANG TERBAIK BAGI UMUM, KARENA SESEORANG TENTU MEMILIKI PERTIMBANGAN YANG SANGAT KHUSUS YANG TIDAK DIMILIKI ORANG LAIN.</p>
<p>Dari uraian diatas, kebingungan untuk memilih pasangan hidup dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini,</p>
<ol>
<li>pilihlah karena agamanya,</li>
<li>kenali dengan cara menanyakan kepada orang yang paling dekat dengannya dan dapat kita percaya,</li>
<li>letakkan niat pada tempat yang benar, karena segala perbuatan membutuhkan dan sangat dipengaruhi niat,</li>
<li>sholat istikhorah untuk mohon petunjuk kepada Allah juga patut dilakukan,</li>
<li>apabila semua ini telah dilakukan, maka pasrahkan diri kepada Allah SWT akan keputusan-Nya, jangan keluh kesah, karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah,</li>
<li>dan terakhir, jangan bosan untuk berbekal ilmu pernikahan <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena berbekal ilmu adalah lebih baik daripada tidak membekali diri pada saat masuk ke dunia yang baru.</li>
</ol>
<p>Masalah jodoh hanya Allah yang tahu, siapa pasangan kita sebenarnya, itulah rahasia Allah. Kita hanya diminta untuk berusaha, dan Allah-lah penentunya, terkadang Dia menentukan pilihan-Nya itu diluar dugaan dan rasio kita sebagai seorang manusia, tapi itulah ketentuan Allah. Jika memang harus menerima kenyataan di luar kehendak kita, maka ingatlah untuk tidak sembarangan memberikan cinta kepada siapapun, karena kadar cinta kita kepada Allah harus lebih tinggi dari itu semua. Yang terbaik menurut Allah, itulah yang paling utama.</p>
<p>Selamat berjuang akhi, selamat berjuang ukhti&#8230;, mulailah dengan bismillah dan niat yang benar, insya Allah, ridho-Nya akan selalu menghampiri, dan semoga Allah selalu memudahkan urusan antum.</p>
<p>Wallahu alam bi showab,</p>
<p><em>===== </em></p>
<p><em>Author: Abu Aufa </em></p>
<p><em>Maraji&#8217;: Konsultasi Ustadz Bukhori Yusuf, Lc, MA dan Ustadz M. Ihsan Tandjung, Lc </em></p>
<p><em>Pengirim : FERRY HADARY OHKAWA </em></p>
<p><em>Laboratory Department of Control Engineering and Science </em></p>
<p><em>Faculty of Computer Science and Systems Engineering </em></p>
<p><em>Kyushu</em><em> Institute of Technology-Japan </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=111&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/saat-bingung-memilih-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Cinta</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/pengalaman-cinta/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/pengalaman-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/pengalaman-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Author: Muhammad Aga S. (Manajer Tim Nasyid Justice Voice, Yogyakarta) Sudah sekitar tiga bulan ini, hati senantiasa diliputi sebuah rasa yang membingungkan sekaligus membahagiakan. Rasa selalu ingin bertemu, ingin bersama, bermanja, menatap, menyentuh, melindungi sebuah nama yang kemudian berubah menjadi sebuah panggilan kasih sayang. Mungkin ini yang namanya RASA CINTA BERBUAH RASA RINDU, MEMBAHAGIAKAN DAN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=110&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Author: Muhammad Aga S. (Manajer Tim Nasyid Justice Voice, Yogyakarta)</em></p>
<p>Sudah sekitar tiga bulan ini, hati senantiasa diliputi sebuah rasa yang membingungkan sekaligus membahagiakan. Rasa selalu ingin bertemu, ingin bersama, bermanja, menatap, menyentuh, melindungi sebuah nama yang kemudian berubah menjadi sebuah panggilan kasih sayang. Mungkin ini yang namanya RASA CINTA BERBUAH RASA RINDU, MEMBAHAGIAKAN DAN MEMBINGUNGKAN.<span id="more-110"></span></p>
<p>Bagaimana tidak membingungkan. Saya merasa sebagai seorang yang sangat rasional, terlebih untuk masalah uang. Semua pengeluaran berusaha saya perhitungkan sebelumnya, sehingga oleh sebagian orang saya dianggap pelit.</p>
<p>Tetapi demi rasa itu, uang berubah wujud menjadi pulsa-pulsa telepon dalam hitung        an menit. &#8216;HANYA&#8217; KARENA INGIN MENDENGARKAN SEBUAH SUARA, UNTUK MEMA          STIKAN SEBUAH SUARA, UNTUK MEMASTKAN SEBUAH KEADAAN, DEMI MEMUASKAN SEBUAH RASA : RINDU!</p>
<p>Saya merasa cukup rasionalis dalam menggunakan waktu. Sebagian orang bilang saya terlalu sibuk sehingga sangat sulit untuk dilacak keberadaannya. Tetapi semua berubah begitu saja ketika saya harus menghabiskan waktu lebih dari lima jam perjalanan pergi dan lima jam perjalanan pulang &#8212; dan membatalkan banyak acara penting &#8212; &#8216;HANYA&#8217; UNTUK MELIHAT SERAUT WAJAH, MENYENTUH JEMARI, DAN MENCIUM AROMA KHAS TUBUH SEORANG MANUSIA.</p>
<p>Saya merasa sudah cukup logis untuk menentukan apa dan siapa yang layak dicintai, sehingga sebagian orang menyatakan saya tidak punya perasaan. Tetapi SEMUA BERUBAH KETIKA SAYA MENGINGATNYA, BERDEKATAN DENGANNYA, DAN BERTINDAK UNTUKNYA. LOGIKA TERNYATA TAK BERFUNGSI DISINI. Logikaku mati!. Namun, seperti sudah dikatakan diawal bahwa semua bentuk kehilangan logika itu (yang artinya kebingungan) berbuah hal yang juga tak bisa dilogikakan sama sekali: BAHAGIA!.</p>
<p>Ada apa?!</p>
<p>Ya.. sudah sekitar tiga bulan ini, ADA SEORANG WANITA YANG BERSEDIA MEMBERIKAN CINTANYA PADAKU. Sebuah karunia yang harus aku syukuri. IA MEMBERIKAN CINTA ITU SETELAH MELALUI PROSESI DILAMAR DAN DILANGSUNGKAN IJAB QABUL. Namun sayang kami belum mampu mengadakan sebuah prosesi membagi kebahagiaan cinta ini kepada pihak lain melalui prosesi pesta, kami baru bisa membagi kebahagiaan cinta ini dengan pemberitahuan dan cerita-cerita panjang. WANITA INILAH YANG BERUBAH NAMANYA DARI `SEKEDAR` SEBUAH NAMA MENJADI PANGGILAN KASIH SAYANG.</p>
<p>Kami sudah berdiskusi dan memiliki beberapa jenis nama panggilan yang berubah-ubah tapi tetap dengan karakter penuh cinta. Tiap panggilan ini memiliki padanan masing-masing. Bila saya memanggilnya ADEK maka dia memanggil saya UDO (bahasa Lampung, artinya kakak laki-laki). Dia punya panggilan khas buat saya POOH&#8217;S FOOD (anda akan paham artinya bila anda mengenal film atau tokoh kartun winnie the pooh) dan saya membalasnya dengan memanggilnya PERMAISURI KECIL (orangnya memang lebih kecil dari saya). Baru kemarin dia buat panggilan baru buat kami AYAH &amp; BUNDA.</p>
<p>Anda tahu&#8230; dia lebih sering melarang saya pergi mengunjunginya karena dia tidak ingin melihat dan mendengar saya sakit akibat kelelahan. Namun demi memenuhi rasa rindu saya, maka dia rela berjam-jam dalam perjalanan ke tempat saya berada meskipun dia tahu bahwa ketika dia sampai ke tempat saya, dia akan sering saya tinggal pergi karena aktivitas saya yang sedikit padat itu. Toh dia tetap terus datang. Dan untuk semua ini, saya hanya bisa berkata : &#8220;Terima kasih Tuhan!&#8221;.</p>
<p>Saya selalu memanggilnya dengan sebutan KEKASIHKU-PACARKU. Memang seperti itulah pola hubungan yang kami bangun saat ini. Kami masih tinggal di kota yang berbeda sehingga biasanya kami bertemu seminggu sekali. Itu artinya kami juga masih sering saling menelepon, mengirim surat, sms bahkan email.</p>
<p>Pola hubungan ini yang membuat saya akhirnya membuat sebuah pernyataan yang dianggap kontroversial ketika orang tidak memahami konteks pernyataan tersebut : PACARAN ITU HALAL. Bagi saya, saat ini PROSES YANG SEDANG KAMI LAKUKAN ADALAH PACARAN, STATUS &#8220;PERMAISURI KECILKU&#8221; adalah PACAR YANG SAH. PACARAN ITU MENJADI HALAL MANAKALA PERISTIWA AKAD NIKAH TELAH BERLANGSUNG.</p>
<p>Bila peristiwa itu telah berlangsung maka PACARAN DALAM SEMUA BENTUK DAN MAKNANYA MENJADI SEBUAH KEHALALAN, bukankah itu sebuah KARUNIA YANG TAK TERNILAI HARGANYA. MAKA JIKA ANDA INGIN PACARAN, SEGERALAH MENIKAH! Dalam masa-masa pacaran ini, kami cukup sering berjalan-jalan ke berbagai tempat yang dianggap cukup romantis atau cukup layak untuk sekedar berdiam berdua sambil menikmati keindahan alam dan keindahan rasa hati karena saling berdekatan.</p>
<p>Dua hari setelah menikah (sehari dalam perjalanan dan sehari di rumah orang tua masing-masing), saya harus langsung berpisah dengan PERMAISURI KECILKU. Waktu akan berpisah saya berfikir perpisahan itu adalah hal yang sangat mudah saja untuk dihadapi, toh selama inipun saya tak pernah bersamanya dan tak ada masalah yang timbul. Semua berjalan normal-normal saja.</p>
<p>Namun, begitu perpisahan terjadi&#8230; tiba-tiba ada rasa rindu yang teramat sangat (begitu juga sebaliknya) yang membuat kami rela menukarkan uang kami yang tak seberapa banyak dengan pulsa-pulsa telepon DEMI MENDENGARKAN SEBUAH SUARA, DEMI MEMUASKAN RASA RINDU, SUBHANALLAH. Hari-hari selanjutnya dipenuhi dengan rasa ingin bertemu dan aplikasinya berupa pertemuan-pertemuan yang sebelumnya tak pernah terfikirkan. Terlintas dalam benakku pertanyaan yang sangat bodoh : Apa Ini?! Kebingungan terus melanda diriku sampai saya memutuskan sebuah jawaban yang singkat : INI CINTA!.</p>
<p>Pertanyaan yang selanjutnya muncul dalam benakku : DARI MANA DATANGNYA CINTA INI ? Lama saya tak berani memberi sebuah jawabanpun atas pertanyaan terakhir. Sampai akhirnya saya berani berkata : DARI ALLAH!</p>
<p>Ya, bagi saya CINTA INI DATANGNYA DARI ALLAH KARENA SEBELUMNYA RASA INI MASIH HAMPA. Sebelumnya, SAYA MENIKAH KARENA SAYA MENCINTAI ALLAH SAJA. SAYA HANYA MENGERJAKAN APA YANG ALLAH PERINTAHKAN BUAT SAYA. SAYA KERJAKAN SEBAGAI BUKTI CINTA PADA ALLAH.</p>
<p>Tetapi ternyata ALLAH MENGARUNIAI CINTA LAINNYA. Ia tumbuhkan dengan sangat cepat (semoga selamanya) RASA CINTA DIANTARA KAMI BERDUA, SUBHANALLAH!. Menjelang pernikahan, jika calon PERMAISURI KECILKU waktu itu bertanya: &#8220;CINTAKAH KAU PADAKU?&#8221; maka saya tak pernah berani menjawab dengan pasti, saya hanya berani berkata : &#8220;AKU AKAN BERUSAHA MENCINTAIMU, BANTU AKU!&#8221;.Kemudian saya menanamkan dalam hati saya sebuah tekad bahwa SAYA HARUS MENCINTAI PERMAISURI KECILKU KARENA SEKARANG SAYA TELAH MENIKAH DENGANNYA. Lalu SAYA BERDO&#8217;A AGAR ALLAH MENGARUNIAKAN CINTA DIANTARA KAMI.</p>
<p>Permintaan ditumbuhkan rasa cinta itu juga merupakan salah satu do&#8217;a yang saya panjatkan ketika akad nikah baru saja dilangsungkan dan kami berdua sedang dalam kamar untuk menunaikan shalat sunah dua rakaat serta berdo&#8217;a di atas keningnya. Selain do&#8217;a untuk mendapatkan ridha-Nya tentu saja. Peristiwa ini menjelaskan tentang KUASA ALLAH ATAS HATI MANUSIA. Sekaligus menjelaskan MENGAPA ORANG-ORANG TUA JAMAN DAHULU TETAP MAMPU SALING MENCINTAI DAN MEMBANGUN RUMAH TANGGA MEREKA MESKIPUN UMUMNYA MEREKA MENIKAH KARENA `TERPAKSA` SEBAGAI AKIBAT PERJODOHAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG TUA MEREKA. Saya hanya bisa berkata, mungkin, CINTA BISA DICIPTAKAN ASALKAN TERPENUHI TIGA SYARAT : NIAT/TEKAD, USAHA DAN DO&#8217;A/KEHENDAK TUHAN.</p>
<p>Saya menulis ini sebagai upaya untuk mengingat kembali peristiwa selama sekitar tiga bulan setelah saya menikah. Upaya untuk menuliskan rasa yang mungkin selama ini belum sempat tersampaikan. Upaya untuk berbagi kebahagiaan cinta melalui ceritera.</p>
<p>Melalui tulisan ini saya hanya ingin berkata pada PERMAISURI KECILKU : I LOVE YOU, INSYA&#8217; ALLAH. Melalui tulisan ini saya ingin meminta maaf kepada semua pihak yang merasa saya sepelekan karena tak ada pemberitahuan sebelumnya dan sekaligus mengumumkan bahwa saya telah menikah. Melalui tulisan ini saya ingin MENCERITERAKAN KEINDAHAN PERNIKAHAN, AGAR BERKURANG KERAGUAN DARI HATI ANDA UNTUK SEGERA MENIKAH DAN MENAMBAH KEYAKINAN ANDA AKAN KUASA ALLAH ATAS HATI MANUSIA. Terakhir, saya hanya ingin berkata: MAHA SUCI ALLAH, SEGALA PUJI HANYA UNTUKNYA!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=110&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/pengalaman-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merajut Cinta</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/merajut-cinta/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/merajut-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Author: Abu Aufa Entahlah&#8230; Entah dimana cinta itu bersembunyi Bagai sebuah keluarga, namun sapaan tak pernah menyentuh hati Lalu egois, tinggi hati, merambat perlahan meracuni Menyatu dalam perbedaan memang tak mudah, merajut cinta dalam sebuah jama&#8217;ah kadang melelahkan jiwa. Letih, dan putus asa kadang menerpa, membuyarkan semua impian-impian indah. Padahal sungguh dahsyat, bahkan teramat dahsyat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=108&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Author: Abu Aufa</em></p>
<p>Entahlah&#8230;</p>
<p>Entah dimana cinta itu bersembunyi</p>
<p>Bagai sebuah keluarga, namun sapaan tak pernah menyentuh hati</p>
<p>Lalu egois, tinggi hati, merambat perlahan meracuni</p>
<p>Menyatu dalam perbedaan memang tak mudah, merajut cinta dalam sebuah jama&#8217;ah kadang melelahkan jiwa. Letih, dan putus asa kadang menerpa, membuyarkan semua impian-impian indah. Padahal sungguh dahsyat, bahkan teramat dahsyat potensi yang dimiliki setiap jiwa, namun pupus saat disatukan. Orang-orang hebat, sholeh dan pintar yang mestinya menyatu dalam rajutan cinta, hanyalah seperti benang-benang kusut saat dirajut, tak ada keindahan saat mata menatap.<span id="more-108"></span></p>
<p>Berbeda&#8230;</p>
<p>Bukankah itu hal yang biasa? Keragaman dalam sebuah jama&#8217;ah semestinya menjadi sumber kreativitas, dengannya kita bangun samudera kebaikan. Layaknya pun sebuah bangunan, pastilah tersusun dari bahan olahan yang berbeda-beda, dan itu adalah kekuatan. Puncaknya adalah sebuah gerakan yang rapi, solid dan militan dalam sebuah jama&#8217;ah hingga mampu merubah kondisi jahiliyah menjadi penuh dengan rahmatnya Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>Kunci dari semua itu adalah rajutan cinta pada setiap hati kita, dengannya jiwa-jiwa akan selalu bersama mewujudkan ukhuwah Islamiyah. Karena rajutan cinta pulalah, akan lahir manusia-manusia yang siap mengusung panji-panji dakwah dari berbagai latar belakang yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat rabbaniyah, penuh dengan curahan ridho Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Rabbani yang bukan saja sebagai ghoyah (tujuan), namun juga meliputi wijhah (arah), masdar (sumber) serta manhaj (sistem).</p>
<p>Memang, merajut cinta dari setiap jiwa sungguh tak mudah. Namun, selama helaan nafas masih diamanahkan-Nya, bisakah seseorang mengingkari hati akan sebuah fitrah manusia?</p>
<p>Ali bin Abi Thalib radhiyallahu&#8217;anhu pernah mengatakan bahwa, kekeruhan jama&#8217;ah jauh lebih baik daripada kejernihan individu. Kecerdasan individual pun tak akan pernah dapat mengalahkan kecerdasan sebuah jama&#8217;ah. Memang benar, perbedaan bukan sesuatu yang mustahil, namun yang diharapkan walaupun mempunyai kepentingan sendiri, jangan sampai menutupi kepentingan bersama untuk menegakkan qalam Ilahi di muka bumi.</p>
<p>Ikhwah fillah rahimakumullah,</p>
<p>Semua potensi yang ada pada setiap jiwa hendaknya ditata dengan baik dalam sebuah gerakan berjama&#8217;ah. Dari seuntai benang rajutan, akan tercipta i&#8217;tishom bihabliLlah, menyatunya hati dalam ikatan aqidah serta semangat ukhuwah sebagai landasan terbentuknya ruhul jama&#8217;ah. Rajut, dan rajutlah selalu al-imanul amiq (iman yang menghujam ke dalam), al-ittishalul watsiq (hubungan yang erat dengan Allah), al-amalu muthawasihil (amal yang kontinyu) serta as-sharu daa&#8217;id (kesabaran yang ekstra) hingga tercipta rajutan cinta.</p>
<p>Mari rapatkan barisan dan luruskan shaf, rajut kembali cinta-cinta, karena kita semua adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh umat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur&#8217;an (antum ruhun jadidah tarsi fii jaasadil ummah, Hasan Al-Banna).</p>
<p>Rasakan detak jantung mu ikhwah, siapkan diri menyambut kemenangan yang telah dijanjikan, hunus kesabaran serta kelapangan pada setiap rongga dada, torehkan semangat jihad dengan limpahan iman, bergelombang dan bergerak senada menuju cinta Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, ALLAHU AKBAR!!!</p>
<p><em>*Siapapun takkan pernah bisa bertahan / Melalui jalan dakwah ini </em><em> </em></p>
<p><em>Mengarungi jalan perjuangan / Kecuali dengan kesabaran </em><em></em></p>
<p><em>Wahai ummat Islam bersatulah / Rapatkan barisan jalin ukhuwah </em><em></em></p>
<p><em>Luruskan niat satukan tekad / Kita sambut kemenangan </em><em></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Dengan bekal iman maju kehadapan / Al Qur&#8217;an dan Sunnah jadi panduan </em><em></em></p>
<p><em>Sucikan diri ikhlaskan hati / Menggapai ridho Ilahi </em><em></em></p>
<p><em>Dengan persatuan galang kekuatan / Panji Islam kan menjulang </em><em></em></p>
<p><em>Tegak kebenaran hancur kebathilan / Gemakan takbir ALLAHU AKBAR! </em><em></em></p>
<p><strong>(Notes: Dikutip dari lirik nasyid Senandung Persatuan-Izzatul Islam) </strong><strong></strong></p>
<p>Wallahua&#8217;lam bi showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=108&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/merajut-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lelaki Impian</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/lelaki-impian/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/lelaki-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Pendiam. Murah senyum. Lebih sering mendengar ketimbang berbicara. Tapi, sekali berkata, banyak orang terpengaruh. Juga terperangah. Pertama kali saya berkenalan, ia nampak biasa-biasa saja. Saya mengoceh, bahkan sok menggurui. Ia hanya diam dan menyimak. Dalam banyak pertemuan, ternyata ia menjadi nara sumber. Jika tidak, selalu ada waktu yang disediakan untuknya. Untuk memberikan kata-katanya. Artinya, ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=106&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendiam. Murah senyum. Lebih sering mendengar ketimbang berbicara. Tapi, sekali berkata, banyak orang terpengaruh. Juga terperangah. Pertama kali saya berkenalan, ia nampak biasa-biasa saja. Saya mengoceh, bahkan sok menggurui. Ia hanya diam dan menyimak.<span id="more-106"></span></p>
<p>Dalam banyak pertemuan, ternyata ia menjadi nara sumber. Jika tidak, selalu ada waktu yang disediakan untuknya. Untuk memberikan kata-katanya. Artinya, ia tergolong orang yang diminta bicara. Sambutan dan tanggapan darinya selalu dinanti. Kata-katanya menyentuh. Sarat hikmah. Penuh perhitungan. Di sela-sela kalimatnya, senantiasa mengalir satu dua ayat al Qur&#8217;an. Karena itu, teman-teman tiada pernah bosan mendengarkannya berbicara. Sekarang barulah saya sadar, ternyata dia orang hebat. lelaki impian.</p>
<p>Mendengar azan, tubuhnya langsung melesat menuju sumber bunyi. Apapun kondisinya. Dengan gagah ia duduk bersimpuh di shaf terdepan. Tangannya memegang mushaf. Matanya menatap tajam ke setiap ruas-ruas ayat. Khusyu&#8217;</p>
<p>Di sisi lain, berkumpul padanya sumber-sumber ancaman. Fitnah. Ia memiliki kesenangan dunia yang menggiurkan. Dan, menggoda. Betapa tidak, wajahnya tampan. Anak orang kaya. Bapaknya pejabat negara. Termasuk salah satu jajaran elit pemerintahan. Ditambah otaknya yang cerdas. Bicaranya memukau dan menyentuh. Dengan semua itu, surga dunia menghampar di hadapannya. Pintu popularitas terbuka lebar. Dalam kamus kehidupan, betapa semua nikmat ini sangat potensial menutup akselerasi hidayah. Segala kemungkinan-kemungkinan untuk terhalang dari hidayah ada pada dirinya.Tapi, ia tetap ia.</p>
<p>Semua gelombang fitnah itu dialihkannya ke dalam pintu-pintu hidayah. Seringkali rekan dan adik-adiknya tersadar dengan sikap dan kepribadiannya. Walau ada kekurangan, kita perlu melihat sisi positif padanya. Pada siapa saja. Agar muhasabah lebih dominan dari hujatan dan kritik.</p>
<p>Dalam sejarah, Mush&#8217;ab bin Umair ra. terpilih menjadi delegasi pertama Rasulullah Saw. Ia mendapat kehormatan menghandle tugas Nabi di Madinah, menjadi duta luarbiasa dan berkuasa penuh. Ternyata ia diutus bukan karena retorika ansich. Ada yang menarik dari perjalanan hidupnya. Yakni, proses berislamnya yang mengagumkan. Sahabat ini termasuk orang-orang yang berani mengambil keputusan hijrah. Berani berubah. Dan, siap sabar menjalani masa peralihan. Lalu, dengan tegap merubah haluan kehidupannya. Padahal, sebelum hijrah, segala fasilitas duniawi terbentang untuknya. KARENA HIJRAH, IA PUN TERHORMAT.</p>
<p>Lalu, kita mengenal sosok Uwais al-Qorniy. Lelaki yang takut terkenal. KITA DAPATI KETERBATASAN YANG DIMILIKINYA TIDAK MAMPU MEREDAM ANTUSIAS UMAR AL-FARUK YANG SELALU MENCARI-CARI KEBERADAANNYA. Umar merindukannya. Walau ia sangat sederhana dan terbatas. Sayangnya, orang seperti Uwais sulit terdeteksi. Bisa jadi hanya orang seperti Umar saja yang mampu melihat dan menghormati sosok seperti Uwais.</p>
<p>Kita dan umat ini begitu membutuhkan pasokan orang-orang seperti mereka. Mereka begitu handal menceramahi kita dengan kenyataan. Dengan qudwah. Pesan-pesan sampai tidak melalui kata-kata. Atau, selaras dengan ungkapan Muhammad Ahmad Rasyid,</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; <strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Original Title :</em></strong><em> Lelaki Impian </em><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Author :</em></strong><em> Suhartono TB </em><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Editor :</em></strong><em> Abu Aufa </em><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Maraji &#8216;:</em></strong><em> Sinai Online </em><strong><em></em></strong></p>
<p><strong><em>Pengirim :</em></strong><em> <a href="mailto:ferryhadary@yahoo.com">ferryhadary@yahoo.com</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=106&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/lelaki-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesombongan Menghancurkan Diri</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/kesombongan-menghancurkan-diri/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/kesombongan-menghancurkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahklak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/kesombongan-menghancurkan-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Kesombongan merupakan salah satu kelemahan utama seorang manusia dan bisa terjadi pada siapa saja, kesombongan merupakan tabi’at syaithan yang diawali saat mereka menolak sujud kepada Adam as ketika diperintah Allah swt. Seorang suami melakukannya dengan marah, memaki atau memukul anak dan istrinya karena merasa dia yang memberikan makan mereka. Seorang atasan melakukannya dengan mengancam bawahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=104&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesombongan merupakan salah satu kelemahan utama seorang manusia dan bisa terjadi pada siapa saja, kesombongan merupakan tabi’at syaithan yang diawali saat mereka menolak sujud kepada Adam as ketika diperintah Allah swt. Seorang suami melakukannya dengan marah, memaki atau memukul anak dan istrinya karena merasa dia yang memberikan makan mereka. Seorang atasan melakukannya dengan mengancam bawahannya bahwa karirnya tergantung padanya. Seorang pejabat melakukannya dengan mengancam para pengkritik kebijakannya. Seorang haji melakukannya dengan menyatakan bahwa keislamannya telah sempurna dengan berhaji, padahal Islam tidak hanya sekedar rukun Islam.<span id="more-104"></span></p>
<p>Seorang Ustadz juga bisa melakukannya dengan mengatakan: “Itu orang kalau bukan karena saya nggak bakalan tobat!” Bahkan seorang pengemis-pun dapat melakukannya dengan membuang recehan yang kita berikan.</p>
<p>Puncak kesombongan adalah Raja Mesir Fir’aun, dimana dia mengaku sebagai Tuhan yang layak disembah, dapat menghidup dan mematikan makhluk. Saat Fir’aun berdebat dengan Nabi Musa as bahwa ia mampu menghidupkan dan mematikan manusia, ia panggil dua orang rakyatnya kemudian yang satu dibunuhnya dan satunya lagi dibiarkan hidup. Dengan sombong dia katakan: “Bukankah aku seperti Tuhanmu, bisa menghidupkan dan mematikan manusia”. Tetapi, apakah Fir’aun mampu menghidupkan kembali orang yang telah dibunuhnya itu?.</p>
<p>Kalau kita telaah diri kita sendiri, maka tidak ada yang patut disombongkan. Kita diciptakan dengan setetes “Air yang hina”, kita sendiri mungkin jijik memegang atau melihatnya, mungkin semut saja yang senang mengerubutinya. (Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina (mani). (Qs. As-Sajdah [32]: 7).</p>
<p>Setelah kita utuh menjadi manusia, semua lubang pada diri kita merupakan tempat keluarnya kotoran; hidung, mata, telinga, mulut dan kedua lubang farji kita. Seolah-olah didalam tubuh kita dipenuhi oleh kotoran.</p>
<p>Begitu juga setelah kita mati, jika dibiarkan seminggu saja menimbulkan bau busuk menyengat dan semua orang akan menutup hidungnya. Setelah dikuburkan akan dinikmati oleh cacing tanah dan belatung, bahkan sebagian orang takut melewati kuburan kita.</p>
<p>Tidak ada yang patut disombongkan didunia ini, harta, tahta (jabatan), wanita (keluarga), kecerdasan dan kecantikan merupakan kenikmatan sementara yang dipinjamkan Allah swt kepada kita dan dapat diambil sewaktu-waktu oleh Allah swt. Begitu banyak orang kaya dengan sekejap menjadi miskin karena tertimpa musibah banjir, kebakaran atau perampokan. Banyak pejabat penting dalam sekejap menjadi warga biasa dan dicerca karena dilengserkan atau aibnya terungkap. Banyak keluarga bahagia tiba-tiba menjadi sengsara karena keluarganya (anak, istri atau suami) meninggal atau bercerai. Berapa banyak orang yang cerdas tetapi umur 60 tahun sudah pikun. Sekian banyak artis cantik tetapi diusia senja wajahnya mulai keriput. Sangat mudah bagi Allah swt untuk memberi atau mencabut kenikmatan itu.</p>
<p>Salah satu ciri kesombongan adalah orang-orang yang tidak mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah swt kepadanya. Kenikmatan tidak melulu kekayaan (rezeki) semata, tetapi kesehatan, waktu luang, rezeki yang halal, rumah dekat mesjid, lingkungan aman, tetangga/teman yang baik, keluarga yang harmonis, anak yang cerdas atau istri shalihah, semuanya kenikmatan yang sering terlupakan oleh kita.</p>
<p>Orang-orang yang sombong mereka tidak mau bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah swt, mereka merasa bahwa semua kesuksesan yang diperolehnya merupakan hasil jerih payahnya semata. Dia lupa bahwa semua yang dia peroleh merupakan pemberian Allah swt, sebagai wujud Allah swt yang Maha Rahman dan Rahim. Rasa syukur kepada Allah swt dilakukan dengan menjalankan kewajiban ibadah, meninggalkan larangan/kemaksiaatan dan mematuhi semua yang diperintahkan Allah swt.</p>
<p>Ciri kesombongan yang lain adalah menolak kebenaran yang disampaikan, dia masih berdalih dengan berbagai cara sebagai pembenaran atas tindakannya yang melanggar syari’at agama. Padahal ia harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya yang melanggar syari’at agama tersebut. : Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. [HR Muslim].</p>
<p>Allah swt mengecam orang-orang yang berjalan dengan sombong dimuka bumi, menolak kebenaran dan tidak mau bersyukur,: Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Qs. Luqman [31]: 18).</p>
<p>Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertawakalah kepada Allah”. Bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka jahanam. Dan sungguh neraka jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (Qs. Al-Baqarah [2]: 206).</p>
<p>Adapun orang yang melampui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya. (Qs. An-Naazi’aat [79]: 37-41).</p>
<p>Akhirul kalam, tidak ada yang patut disombongkan didunia ini karena semuanya titipan Allah swt yang dapat diambil kembali oleh Sang Pemilik seluruh alam. Dengan kesombongan kita telah menghancurkan diri sendiri, kita dibenci oleh sesama manusia dan diakhirat menjadi orang yang merugi. Wallahua’lam,</p>
<p>hayatulislam.net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=104&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/kesombongan-menghancurkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ciri-ciri-wanita-solehah/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ciri-ciri-wanita-solehah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu: 1. Taat kepada Allah dan RasulNya 2. Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut: 1. Taat kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=102&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.</p>
<p>Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:<span id="more-102"></span></p>
<p>1. Taat kepada Allah dan RasulNya</p>
<p>2. Taat kepada suami</p>
<p>Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Taat kepada Allah dan RasulNya </strong></p>
<p>Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?</p>
<p>- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.</p>
<p>- Wajib menutup aurat</p>
<p>- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah</p>
<p>- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya</p>
<p>- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa</p>
<p>- Berbuat baik kepada ibu &amp; bapa</p>
<p>- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang</p>
<p>- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa</p>
<p>- Bersikap baik terhadap tetangga</p>
<p><strong>2. Taat kepada suami </strong></p>
<p>- Memelihara kewajipan terhadap suami</p>
<p>- Sentiasa menyenangkan suami</p>
<p>- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.</p>
<p>- Tidak cemberut di hadapan suami.</p>
<p>- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur</p>
<p>- Tidak keluar tanpa izin suami.</p>
<p>- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami</p>
<p>- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran</p>
<p>- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.</p>
<p>- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik &amp; kecantikannya serta rumah tangga</p>
<p><strong>FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA </strong></p>
<p>Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.</p>
<p>Faktor-faktor tersebut ialah:</p>
<p>1)      Lupa mengingat Allah</p>
<p>Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.</p>
<p>Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya: <em>&#8221; Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.&#8221; </em><em> </em></p>
<p>Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya: <em>&#8220;Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.&#8221; </em><strong>(Riwayat Tarmizi) </strong></p>
<p>Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.</p>
<p><strong>2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia </strong></p>
<p>Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.</p>
<p>Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.</p>
<p>Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An&#8217;am: artinya:<em>&#8221; Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.&#8221; </em></p>
<p><strong>3) Mudah terpedaya dengan syahwat </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4) Lemah iman </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk. </strong></p>
<p><em>Ad-dunya mata&#8217; , khoirul mata&#8217; al mar&#8217;atus sholich </em></p>
<p><strong>Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah. </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=102&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ciri-ciri-wanita-solehah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADA AIRMATA TERTAHAN</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ada-airmata-tertahan/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ada-airmata-tertahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M. Fauzil Adhim &#8220;Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau ridho terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.&#8221; (HR Tarmidzi dan Ahmad) Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=100&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh: M. Fauzil Adhim</em></p>
<p><em>&#8220;Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau ridho terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.&#8221;</em> <strong>(HR Tarmidzi dan Ahmad)<span id="more-100"></span></strong></p>
<p>Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar&#8217;i dan akhirnya mereka mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah tak kunjung ada yang mau serius.</p>
<p>Kadangkala lingkaran ketakutan itu berlanjut. Bila di usia dua puluh tahunan mereka menunda pernikahan karena takut dengan ekonominya yang belum mapan, di usia menjelang tiga puluh hingga sampai tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30). Mereka (laki-laki) menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori.</p>
<p>Begitu pula kriteria tentang jodoh, ketika menetapkan kriteria yang terlalu banyak maka akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sektar 35 tahun, masalah nya bukan kriteria tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia sudah 40-an, ketakutan kaum laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya banyak kriteria yang dipasang pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri dengan baik. Lebih-lebih ketika usia beranjak 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Yaitu kekhawatiran ketidakmampuan mencari nafkah sementara anak masih kecil. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan khawatir kematian lebih dahulu menjemput sementara anak-anak masih banyak perlu dinasehati. Apabila tak ada iman maka muncul keputusasaan.</p>
<p>WAHAI ALI JANGAN KAU TUNDA-TUNDA</p>
<p>Apa yang menghimpit saudara kita sehingga mereka sanggup meneteskan air mata. Awalnya adalah karena mereka menunda apa yang harus disegerakan, mempersulit apa yang seharusnya dimudahkan. Padahal Rasululloh berpesan: <em>&#8220;Wahai Ali, ada tiga perkara jangan di tunda-tunda, apabila sholat telah tiba waktunya, jenazah apabila telah siap penguburannya, dan perempuan apabila telah datang laki-laki yang sepadan meminangnya.&#8221;</em><strong><em> </em>(HR Ahmad)</strong></p>
<p>Hadis ini menunjukan agar tidak boleh mempersulit pernikahan baik langsung maupun tak langsung. Secara langsungadalah menuntut mahar yang terlalu tinggi. Atau yang sejenis dengan itu. Ada lagi yang tidak secara langsung. Mereka membuat kebiasaan yang mempersulit, meski nyata-nyata menuntut mahar yang tinggi atau resepsi yang mewah. Sebagian orang mengadakan acara peminangan sebagai acara tersendiri yang tidak boleh kalah mewah dari resepsi pernikahan.sebagian lainnya melazimkan acara penyerahan hadiah atau uang belanja untuk biaya pernikahan secara tersendiri.</p>
<p>Bila seseorang tak kuat menahan beban, maka bisa saja melakukan penundaan pernikahan semata karena masalah ini. Saya sangat khawatir akan keruhnya niat dan bergesernya tujuan. Sehingga pernikahan itu kehilangan barokahnya. Na&#8217;udzubillah</p>
<p>Penyebab lain adalah lemahnya keyakinan kita bahwa Allah pasti akan memberi rezeki atau bisa jadi cerminan dari seifat tidak qona&#8217;ah (mencukupkan diri dengan yang ada). PILIHLAH YANG BERTAKWA</p>
<p>Suatu saat ada yang datang menemui Al Hasan (cucu Rasululloh). Ia ingin bertanya sebaiknya dengan siapa putrinya menikah? Maka Al Hasan ra berkata: &#8220;Kawinkanlah dia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Sebab jika laki-laki mencintainya, ia memuliakannya, dan jika ia tidak menyenaginya ia tidak akan berbuat zalim padanya.&#8221;</p>
<p>Nasihat AL Hasan menuntun kita untuk membenahi pikiran. Jika kita menikah dengan orang yang bertakwa cinta yang semula tak ada meski Cuma benihnya dapat bersemi indah karena komitmen yang memenuhi jiwa.</p>
<p><em>Wallahu alam bi showwab</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=100&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/ada-airmata-tertahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Rindu PadaMu&#8230;</title>
		<link>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/aku-rindu-padamu-2/</link>
		<comments>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/aku-rindu-padamu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irfanzainuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/aku-rindu-padamu-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=98&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang hamba Allah, beliau rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan. Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.<span id="more-98"></span></p>
<p>Padahal dahulu, KETIKA IA MASIH BEKERJA MENJADI PETUGAS BEA CUKAI UANG DAN KESENANGAN ADALAH KAWAN AKRAB. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.</p>
<p>Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.</p>
<p>Namun berangsur-angsur seakan terkena kualat (karena meninggalkan perbuatan haram itu) PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.</p>
<p>Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya. Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, &#8220;Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!&#8221;. Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung _.. ahhhhh.</p>
<p>Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : &#8220;WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIMU YANG SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !&#8221;</p>
<p>Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu (&#8216;mengkhatamkan&#8217; ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu&#8230; kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.</p>
<p>Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, &#8220;BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU ?&#8221; nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, &#8220;Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : &#8220;Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan dirimu yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !&#8221;</p>
<p>Ampuni dia yaa Al &#8216;Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!&#8221;</p>
<p>Tersentak beliau, itu&#8230;_u kata-kataku semalam_ &#8230;celaka, pikirnya. Kemudian terdengar suara lagi : &#8220;Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya&#8230; rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?&#8221;</p>
<p>Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. &#8220;Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !&#8221; semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii&#8230;</p>
<p>Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu&#8217;, kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. &#8220;&#8230;aa Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela&#8230;aa Allah, aku rindu padaMu&#8230;&#8221;</p>
<p>Semoga menambah keimanan dan ketekunan kita dalam mengerjakan sholat lail&#8230;amiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irfanzainuddin.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irfanzainuddin.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irfanzainuddin.wordpress.com&amp;blog=11047736&amp;post=98&amp;subd=irfanzainuddin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irfanzainuddin.wordpress.com/2010/01/31/aku-rindu-padamu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e47157f2305f45af3e0c2481c0c679af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irfanzainuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
